608

Menginjak usia remaja, banyak hal yang akan terjadi dalam diri anak. Selain perubahan biologis baik secara umum maupun seksual, akan timbul juga perubahan psikologis menuju kedewasaan, salah satunya adalah mulai menyukai lawan jenis. Hal ini tidak dapat kita hindari. Namun sebagai orang tua, harus menyiapkan langkah-langkah pendampingan yang sesuai.

Pribadi remaja itu unik. Mereka sudah bukan lagi anak-anak, namun belum matang seperti orang dewasa. Karena itu, dibutuhkan perlakuan khusus untuk mendidik dan mengarahkan mereka agar menjadi lebih baik.

Saat sudah mencapai usia SMP atau SMA, anak-anak akan mulai mengenal naksir-naksiran dan pacar-pacaran. Melarang mereka tanpa memberikan penjelasan yang baik, justru akan membuat mereka melawan. Nah, dalam artikel ini Boykepedia akan memberikan tips menghadapi remaja yang sudah pacaran.


Sikapi dengan Lembut

Saat mengetahui sang Buah Hati mulai bercerita tentang gebetan atau pacaran, orang tua hendaknya tidak langsung marah dan menghakimi. Coba tanggapi dengan lembut dan ajak berbicara lebih serius. Jangan paksa dia untuk bercerita. Tunggu saat moodnya baik, baru masuk dalam perbincangan ini.


Jangan Remehkan Perasaannya

Walaupun kita berpikir bahwa yang mereka rasakan hanya cinta monyet, sebenarnya kita harus tetap menghargai perasaannya. Remaja memang masih belajar untuk tertarik dengan lawan jenis. Namun bukan berarti mereka juga tidak serius saat merasakan jatuh cinta.


Berikan Contoh Cerita

Selain memberikannya nasihat, ada baiknya menceritakan kisah papa dan mama saat bertemu dulu. Usahakan ada pelajaran yang dapat diambil, bukan hanya kisah romantisme belaka. Ajarkan kepada mereka untuk saling menghargai, memikirkan masa depan, tidak bergantung satu sama lain, dan tetap meraih impian pribadi mereka.


Sex Education yang Kuat

Ajarkan kepada mereka tanggung jawab atas diri sendiri dan orang lain. Sebaiknya mereka mersa wajib untuk menjaga harga diri dan orang lain. Selain menasihati mereka agar bersikap sewajarnya dan memakai pakaian yang sopan, ada baiknya untuk memberikan pemahaman tentang menghargai, tidak menyakiti, dan tidak mempermalukan orang lain.


Pantau Pergaulannya

Orang tua harus memantau pergaulan anak, siapa saja teman-temannya, pergi ke mana saat hang out, dan apa saja hal-hal yang sering dibicarakan. Apabila ada sesuatu yang tidak beres, orang tua memang tidak diwajibkan langsung mengintervensi. Lebih baik lakukan diskusi dengan anak agar anak bisa berpikir mana yang terbaik untuk ditiru dan mana yang tidak.


Jadilah Sahabat Terbaik

Tidak ada yang bisa membuat anak dengan mudah bercerita kepada orang tua, selain karena mereka menganggap orang tua adalah sahabat terbaik mereka. Sahabat yang baik tidak menghakimi, tidak melarang tanpa tujuan, dan tidak otoriter. Sahabat yang baik mau menjadi pendengar, tempat diskusi yang asyik, dan memberikan pencerahan. Usahakan anak tidak memiliki rahasia dengan orang tua.


Sebagai orang tua memang sulit sekali untuk mengontrol anak, apalagi yang sudah remaja. Yang bisa dilakukan adalah memberikan dasar moralitas yang kuat sebagai bekal dan membimbing mereka menjadi lebih baik sebagai sahabat.

Video terpopuler

Artikel Terbaru
Tanya Dokter