4K

Alat kelamin merupakan salah satu bagian tubuh yang tersembunyi dan hampir tidak pernah ditunjukkan kepada orang lain kecuali pasangan dan dokter. Bagi beberapa orang, ukuran dan bentuk alat kelamin, dalam hal ini penis, amatlah penting demi kebahagiaan hubungan di ranjang. Lelaki yang perkasa, biasa disimbolkan memiliki alat kelamin yang besar.

Walau begitu, tidak ada yang bisa menentukan atau menebak secara langsung bagaimana bentuk dan ukuran penis lelaki yang ditemuinya. Menyikapi hal ini, beredar banyak mitos di masyarakat mengenai metode-metode yang diklaim bisa mengukur penis pria tanpa melihat langsung. Berikut ini Boykepedia kumpulkan beberapa mitos tersebut beserta penjelasan ilmiahnya.


1. Pria Berpenis Besar Memiliki Ukuran Kaki yang Besar

Premis ini belum dapat dibuktikan secara ilmiah baik mealui percobaan maupun survey. Secara biologis, tidak ada hubungan yang pasti antara  ukuran kaki dan bentuk penis.


2. Postur Tubuh yang Tinggi Mencerminkan Pria tersebut Berpenis Besar

Hal ini juga tidak dapat dipercaya begitu saja. Jika seseorang memiliki postur tubuh besar, bisa jadi memang semua anggota tubuhnya lebih besar daripada orang yang berpostur tubuh kecil. Namun hal ini juga tidak dapat menjadi patokan utama.


3. Jarak Antara Jari Telunjuk dan Ibu Jari Mencerminkan Ukuran Penis

Terkadang seorang wanita menyuruh pria untuk membentuk huruf L dengan jari telunjuk dan ibu jari tangannya, dengan harapan dapat menghitung panjang penisnya. Padahal, itu hanyalah mitos belaka. Tidak ada bukti yang signifikan mendukung pernyataan tersebut.


4. Ukuran Penis Dapat Dilihat Dari Jarak Ujung Jari Tengah dengan Pergelangan Tangan

Wah, ini sama sekali tidak benar, Boykepers. Ada pemain basket yang lebar tangannya, dari pergelangan hingga ujung jari tengah mencapai 30 cm lebih. Padahal, pria yang memiliki penis berukuran di atas 30cm itu terbilang langka dan tidak normal.


5. Ibu Jari Kaki Menunjukkan Bentuk Penis

Sama seperti halnya ukuran kaki, ibu jari kaki tidak dapat dijadikan patokan ukuran dan bentuk penis seorang pria.


6. Pria Bersuara Berat Memiliki Penis Lebih Besar

Pria bersuara berat bisa dikaitkan dengan produksi hormon testosteron dalam tubuh. Terbukti, salah satu ciri perkembangan seksual sekunder pada pria puber adalah berubahnya tone suara menjadi lebih berat. Hal tersebut terjadi karena hormon testosterone dalam tubuh meningkat. Pengaruh hormonal ini bisa berkaitan dengan ukuran penis pada seorang pria. Namun, bukan berarti semua pria bersuara berat akan memiliki penis besar dan panjang. Karena kita tidak tahu apakah penyebab suara tersebut adalah hormon, atau sebab lainnya seperti kecelakaan atau sakit.


7. Pria Ras Tertentu Memiliki Penis Lebih Besar

Setiap ras manusia di muka bumi memiliki karakterisasi dan bentuk fisiologi yang berbeda-beda. Hal ini memang dapat berpengaruh terhadap ukuran alat kelamin pria. Ada penelitian yang mengatakan bahwa ukuran penis pria-pria negro Afrika lebih besar dibanding ras lainnya. Selanjutnya disusul pria-pria kaukasian, dan setelah itu Asia menduduki urutan setelahnya. Bukan hanya penis, postur tubuh dan tinggi badan ras-ras tersebut memang berbeda. Hal tersebut sangat wajar terjadi.


8. Pria Berpenis Besar Memiliki Jari Telunjuk Lebih Pendek daripada Jari Manis

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa rasio antara jari telunjuk dan jari manis tangan pria dapat dihubungkan dengan proses perkembangan hormon kejantanan pria. Perkembangan hormonal ini bahkan dikatakan sudah ada semenjak lahir. Pria yang memiliki jari manis lebih tinggi daripada jari telunjuk menunjukkan kadar testosterone dalam dirinya lebih banyak. Hal ini berhubungan erat dengan fungsi seksualnya. Maka, bisa jadi penisnya juga mengikuti.


Metode-metode di atas boleh dicoa untuk menebak ukuran penis pria, namun bukan berarti benar-benar mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Lagipula, kepuasan seksual dan kebahagiaan sebuah hubungan sama sekali tidak dapat diukur dari bentuk dan ukuran penis saja. Banyak hal lainnya yang berpengaruh dan harus diulik dibanding ukuran penis saja.

Video terpopuler

Artikel Terbaru
Tanya Dokter