692

Setiap melihat ada ibu hamil, salah satu hal yang sering ditanyakan adalah “ngidam apa?”, seakan-akan semua ibu hamil pasti merasakannya. Ngidam, ada perasaan sangat menginginkan makan sesuatu yang tak direncanakan, bisa sewaktu-waktu, dan bisa apa saja. Selain berbentuk hidangan yang bisa disantap orang normal pada umumnya, ibu hamil juga mungkin ingin menyantap sesuatu yang tidak bisa dikonsumsi. Biasanya kebanyakan ibu hamil merasakan hal itu. Dalam artikel ini, Boykepedia akan menjelaskan apakah ngidam itu hanya mitos, ataukah dapat dijelaskan secara ilmiah.


Penyebab Ngidam

Sebenarnya beberapa penelitian belum ada yang dapat menjelaskan bagaimana ngidam bisa terjadi secara ilmiah. Namun, ada satu teori yang pernah ditemukan, bahwa biasanya ibu hamil mengalami ngidam karena tubuhnya sedang membutuhkan membutuhkan nutrisi tertentu dalam makanan yang diidamkannya.

Misalnya, bu hamil yang ngidam daging-dagingan, seperti burger atau rendang, mungkin menjadi pertanda bahwa tubuhnya kekurangan protein, kalium, atau natrium. Jadi, bukan tentang makanan yang sebenarnya diinginkan, melainkan nutrisi yang terdapat di dalamnya.

Untuk ibu hamil yang ngidam sesuatu yang jika dimakan bisa membahayakan dirinya dan janin, seperti krayon, bedak, atau benda-benda kotor, kemungkinan itu jadi pertanda bahwa tubuhnya kekurangan zat besi.


Solusi Ngidam

Nah, apakah semua ngidam harus dituruti, sebagai alasan harus memenuhi nutrisi ibu hamil? Tentu saja jawabannya tidak! Jika mengidamkan sesuatu hal yang sehat, boleh saja dituruti, asalkan tidak berlebihan. Namun jika mengidamkan sesuatu yang membahayakan, sebagiknya diabaikan saja dan diganti dengan makanan yang lebih sehat.

Hanya mitos belaka, jika ada yang percaya bahwa tidak menuruti keinginan ngidam ibu hamil akan menyebabkan bayi mengeluarkan air liur terus menerus saat lahir nanti. Tidak ada korelasi antara kedua hal tersebut.

Konsultasikan dengan dokter kandungan tentang ngidam yang kamu derita, Boykepers. Misalnya jika kamu sudah memiliki bakat diabetes, abaikan jika ngidam sesuatu yang sangat manis. Begitu juga jika menginginkan makanan yang tinggi lemak dan karbo. Lebih baik dihindari dan digantikan dengan makanan yang lebihs ehat misalnya buah-buahan dan sayur.

Sebenarnya, ibu hamil yang sehat tidak menunjukkan adanya gejala kelainan, diperbolehkan makan apa saja asalkan tidak berlebihan. Namun ada beberapa pantangan yang memang harus benar-benar dihindari, seperti misalnya minum susu tanpa pasteurisasi, daging mentah, rokok, alhokol, kafein terlalu banyak, dan membaui bahan kimia tertentu.

Memang ibu hamil membutuhkan nutrisi lebih untuk memberikan asupan juga kepada bayi. Namun, bukan berarti ibu hamil boleh makan sebanyak-banyaknya. Rata-rata, kebutuhan nutrisi ibu hamil hanya satu setengah kali lipat dari biasanya sebelum hamil. Itu pun lebih baik porsi karbohidrat tetap namun berpanyak protein dan sayuran serta buah-buahan.

Jangan lupa tetap berkunjung ke dokter secara rutin untuk mengetahui keadaan terkini janin dan kesehatan ibu.

Video terpopuler

Artikel Terbaru
Tanya Dokter