26K

Banyak pasangan yang beranggapan bahwa dibutuhkan waktu semalam suntuk untuk menciptakan momen bercinta yang menggelora. Semakin lama waktu bercinta, dipandang sebagai hal yang semakin baik. Karena itu, hubungan seksual yang lebih singkat dianggap tidak memuaskan. Padahal diruntut secara biologis, jarang sekali ada pria yang mampu ereksi semalam suntuk tanpa memakai pengobatan tertentu. Begitu pun dengan wanita, jarang sekali ada yang mampu menahan penetrasi hingga berjam-jam lamanya. Kepuasan seksual memang tidak hanya didasarkan pada durasinya. Sebuah pasangan harus mendiskusikan lebih lanjut apa saja yang mempengaruhi tingkat kepuasan.

Menurut survey yang dilakukan retailer mainan seks Lovehoney pada 4400 pasangan, dia menemukan bahwa mayoritas pasangan suami istri melewatkan momen bercinta tak lebih dari 19 menit saja! Cukup singkat, bukan? Waktu tersebut sudah cukup untuk mendapatkan kepuasan seksual bagi kedua belah pihak.

Dalam waktu 19 menit, 10 menit waktu dapat dihabiskan untuk foreplay atau pemanasan, sedangkan sisanya untuk penetrasi. Bahkan, menurut survey di atas, 52% pasangan sudah puas dengan waktu tersebut. Hanya 23% pria dan 29% wanita yang membutuhkan waktu lebih banyak untuk bercinta.

Bahkan, penelitian lain di tahun 2008 menemukan bahwa hubungan intim dianggap sudah cukup saat menghabiskan waktu selama 3-7 menit. Untuk seks yang lebih menggairahkan, pasangan bisa melakukannya selama 7-13 menit. 

Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa sebenarnya amat memungkinkan quicky atau seks cepat dilakukan oleh pasangan suami istri. Bukan berarti gairah akan menurun dan cinta akan meluntur jika melakukannya, namun terkadang pasangan butuh seks yang efisien namun tetap efektif mempererat cinta keduanya. 

Kualitas sebuah hubungan seks memang tidak dapat dilihat dari frekuensi dan durasinya saja memang. Namun tingkat keberhasilan akan semakin tinggi jika disertai dengan cinta dan sayang yang tulus dari masing-masing.

Video terpopuler

Artikel Terbaru
Tanya Dokter