2K

Apakah kamu wanita yang memiliki bulu halus di kaki, tangan, atau bagian tubuh lain lebih lebat dibanding wanita lainnya? Ataukah kamu mengenal orang yang demikian? Selama ini banyak anekdot, lelucon, atau candaan tentang wanita berbulu yang konon memiliki hasrat seksual yang tinggi. Mitos yang beredar dalam masyarakat ini dipercaya sebagai sebuah kebenaran hingga saat ini. Nah, apakah memang benar, jika ditilik dari kaca mata medis, bahwa wanita yang memiliki bulu halus lebih lebat memiliki hasrat seksual tinggi?

Boykepedia akan menjabarkan beberapa fakta yang bisa kamu pahami sebagai rujukan atas pernyataan tersebut.


1. Tumbuhnya Bulu Berhubungan dengan Kadar Testosteron

Biasanya pria yang memiliki bulu lebih lebat daripada wanita. Hal ini terjadi karena pria memproduksi hormon testosteron dalam tubuhnya. Hormon ini adalah salah satu hormon yang menimbulkan gairah seksual. Sebenarnya tubuh wanita pun memproduksi hormon ini namun dalam jumlah yang relatif lebih kecil. Jika memproduksi hormon testosteron lebih banyak, tak ayal beberapa wanita memiliki bulu halus lebih banyak seperti pria. Tipe wanita yang seperti inilah yang dibilang orang memiliki hasrat seksual tinggi.


2. Fungsi Hormon Testosteron dalam Tubuh

Testosteron pada wanita dalam tubuh dihasilkan secara alami di kelenjar adrenal. Selain fungsi seksual dan agresivitas, seperti pada laki-laki, testosteron juga mempengaruhi pertumbuhan rambut halis di kelamin, perkembangan otot, endapan lemak di pinggang, dan pengaturan sirkuit otak sebelum seseorang lahir atau ketika masih di dalam rahim.

Nigel Barbet, Ph.D., dari Birmingham Southern College menulis di Psychology Today bahwa umumnya wanita yang gairah seksualnya sangat rendah, ketika diberikan dosis kecil testosteron, fungsi seksualnya akan meningkat. Nigel menambahkan bahwa wanita akan menjadi lebih kompetitif, lebih berani mengambil risiko, serta lebih dominan secara sosial jika mendapatkan asupan testosteron lebih.


3. Hubungan antara Bulu Lebat dan Seksualitas

Karena pada wanita berbulu halus lebih banyak diindikasikan memiliki hormon testosterone lebih banyak, ada kemungkinan gairah seksualnya juga lebih tinggi. Namun, hal itu bukanlah sebuah rumus pasti. Hormon testosteron, seperti pada pembahasan sebelumnya, selain memang berkenaan dengan seksualitas, juga memberikan pengaruh biologis dan psikologis. Bisa jadi wanita yang memiliki bulu tebal memang sedang mengalami ketidakseimbangan hormon dalam tubuhnya akibat penyakit tertentu dan tidak berhubungan dengan seksualitasnya.

Gairah seksual tidak hanya ditentukan oleh hormon seks semata, melainkan juga ada beberapa faktor lain yang berpengaruh, seperti misalnya kesehatan, pengalaman seksual, dan pengaruh psikologis. Seorang wanita yang sering melakukan hubungan seks memiliki kecenderungan memiliki gairah seksual yang tinggi. Di lain pihak, wanita yang memiliki gairah seksual tinggi pun jika pernah mengalami pengalaman yang buruk seperti misalnya dikhianati pasangan atau pelecehan seksual, gairah seksnya akan menurun secara drastis. Nah, karena itu lebatnya bulu halus dalam tubuh wanita tidak dapat serta merta dijadikan indikator besarnya gairah seksual.


Berdasarkan uraian di atas, kita dapat mengambil satu kesimpulan, bahwa seksualitas seseorang tidak dapat dilihat secara langsung dari bentuk tubuh karena sifatnya amat pribadi. Hal itu pun juga tidak dibenarkan untuk dijadikan olok-olok atau bahan candaan. Karena sifatnya yang pribadi dan sensitif, bisa jadi orang tersebut akan malu atau tersinggung.

Membicarakan seksualitas lebih dalam memang penting untuk meningkatkan pengetahuan kita, namun bukan berarti hal tersebut dapat kita jadikan bahan olok-olok untuk orang lain ya, Boykepers!

Video terpopuler

Artikel Terbaru
Tanya Dokter