757

Penis merupakan salah satu bagian tubuh yang menjadi kebanggan para pria. Simbol seksualitas dan kesuburan ini dianggap sebagai aset berharga yang harus dijaga kegagahannya. Seorang laki-laki akan merasa bangga jika dapat memuaskan pasangannya dan memperoleh keturunan dari hubungan seks yang dilakukannya. Penis merupakan senjata andalan untuk meraih kebanggaan sebagai laki-laki.


Apakah Bentuk dan Ukuran Penis Berpengaruh?

Selama ini muncul anggapan bahwa penis yang panjang dan besar adalah yang terbaik. Selain itu, yang keras dan tahan lama ereksi yang banyak disukai. Jika memiliki ukuran dan bentuk sempurna tadi, lantas apakah menjamin pasangan akan puas dan pembuahan akan berhasil? Sebenarnya mengukur kepuasan perempuan akan hubungan seks yang dijalaninya tidaklah sesederhana itu. Masih banyak faktor yang berpengaruh, bukan hanya bentuk dan ukuran penis. Penis yang sempurna juga tidak mencerminkan kesuburan, karena sejatinya yang menentukan kesuburan paling utama adalah kualitas sperma.


Apa yang Membuat Vitalitas Pria Menurun?

Tak banyak disadari, beberapa aktivitas sehari-hari yang pria anggap keren justru menurunkan vitalitasnya sendiri dan bahkan membahayakan penis, sebagai kebanggan mereka! Gaya hidup yang buruk adalah faktor yang cukup berpengaruh. Minum minuman beralkohol, konsumsi obat-obatan, makan makanan yang tinggi kolesterol, dan merokok adalah bentuk gaya hidup yang dapat merusak masa depan penis para lelaki. Bahkan kebiasaan merokok berat dapat mengecilkan ukuran penis!

Penis dapat berereksi menjadi lebih besar, panjang, dan keras karena rangsangan, entah itu dari luar atau dari dalam. Ketika terangsang, otak akan mengirim sinyal agar pembuluh darah di penis melebar, sehingga aliran darah menjadi banyak. Akibatnya, penis akan mengeras dan siap untuk penetrasi. Aliran darah harus lancar bentuk penis dapat ereksi maksimal. Kelainan pada penis, seperti misalnya ejakulasi dini dan disfungsi ereksi (impoten), disebabkan ketidakmampuan pembuluh darah bekerja.


Rokok Penyebab Penis Mengecil

Selama ini rokok dipercaya menyebabkan berbagai macam penyakit berbahaya seperti jantung, gangguan hati, stroke, kanker, dan leukimia. Tidak hanya itu, ternyata kandungan dalam rokok dapat menyebabkan pemendekan penis. Kesimpulan ini berdasarkan studi penelitian dari Boston University School of Medicine yang melibatkan 200 partisipan pria perokok. Rata-rata perokok mengalami pemendekan penis hingga 1 cm, lho Boykepers!

"Ini merupakan penelitian terbesar yang pernah ada tentang rokok yang terkait dengan sensitivitas seks," ujar Dr. Pedram Salimpour, salah seorang peneliti studi ini. Menurut Dr. Salimpour, pengaruh negatif rokok pada penis sama halnya dengan pengaruh rokok pada hati.

Rokok menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan membuat aliran darah terhambat. Kemampuan ereksi penis dipengaruhi oleh efek elastin, yaitu protein jaringan ikat yang elastis. Elastisitas tersebut memungkinkan jaringan dalam tubuh untuk kembali ke bentuk semula setelah mengalami peregangan atau kontraksi. Dr. Salimpour menambahkan, elastin  bersifat seperti karet yang bisa meregang dan kembali ke bentuk semula. Hal inilah yang terjadi juga pada penis sebagai akibat adanya peningkatan aliran darah menuju penis saat terjadi rangsangan. Nah, merokok dapat merusak kemampuan tubuh untuk melakukan peregangan tersebut, sehingga dapat mempengaruhi ukuran penis dan kemampuan ereksi.

Bahaya rokok bukan hanya mempengaruhi bentuk penis, melainkan juga berpengaruh terhadap kualitas ereksinya. Walaupun bentuk dan ukuran tidak serta merta mempengaruhi tingkat kepuasan pasangan, namun kemampuan ereksi tentu berpengaruh terhadap proses penetrasi. Yang jelas, penis yang lembek dan tidak cukup keras akan menurunkan efektivitas pembuahan dan kenikmatan seksual.

Nah, bagi para pria, jagalah gaya hidup tetap sehat. Olahraga rutin dan makan makanan yang bergizi bagus untuk vitalitasmu. Ingat, gaya hidup yang kamu lakukan berpengaruh besar terhadap kejantananmu di ranjang.

Video terpopuler

Artikel Terbaru
Tanya Dokter