788

Salah satu penyakit yang sangat mengancam kehidupan kaum wanita adalah penyakit kanker serviks. Kanker yang mengancam kesehatan terutama pada organ intim wanita ini perlu diwaspadai. Bukan hanya itu penelitian terakhir menyebutkan bahwa kanker serviks membunuh wanita lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cancer menyebutkan bahwa wanita kulit hitam mengalami kenaikan sebanyak 77% untuk kanker serviks dibandingkan dengan sebelumnya. Lain halnya dengan wanita kulit putih yang mengalami 47% kenaikan serta untuk ras lainnya seperti ras Asia, Hispanik dan sebagainya hanya mengalami kenaikan 44% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Wanita ras kulit hitam memegang peringkat tertinggi karena masih belum tersebarnya sosialisasi mengenai kesehatan seksual terutama kanker serviks pada daerah-daerah yang memang mayoritasnya adalah wanita ras kulit hitam. Hal tersebut bisa terlihat dari masih banyaknya seks bebas yang tidak menggunakan pengaman selain itu tingkat prostitusi juga bisa dibilang masih tinggi pada daerah tersebut.

Wanita kulit putih sendiri meningkat dari sebelumnya masih sama halnya dengan masalah sebelumnya yaitu mengenai belum sadarnya wanita untuk selalu menjaga kesehatan organ intim terutama ketika berhubungan intim.

Selain karena masalah seksual juga sebenarnya faktor kebersihan juga masih terbilang sangat kurang pada daerah tersebut. Kadang wanita membersihkan organ intim dengan seadanya yang memungkinkan untuk terjadinya infeksi pada organ intim wanita.

Meskipun memang kondom sudah mudah didapat, namun masih tetap saja ada beberapa pasangan yang suka berganti ganti pasangan tetapi tidak menggunakan kondom.

Daerah ras Asia memang boleh sedikit bernafas lega karena tingkat kenaikannya tidak setinggi ras kulit hitam. Meskipun begitu tetap saja wanita di kawasan Asia terutama Indonesia wajib untuk tetap memperhatikan kesehatan serviks dan juga terus ikut dalam informasi lebih lanjut mengenai kanker serviks.

Langkah awal yang ada di Indonesia sudah bagus yaitu memberikan vaksin HPV yang sangat berguna untuk mencegah infeksi serta menurunkan risiko untuk mendapatkan kanker serviks. Meskipun begitu memang penyebaran sosialisasi vaksin HPV ini masih terbilang belum meluas dan masih perlu ditingkatkan lagi.

Wanita juga sebaiknya melakukan pemeriksaan PAP SMEARS ujar dokter Boyke. Hal itu untuk mencegah terjadinya perkembangan sel abnormal. Minimal wanita harus melakukannya sekali seumur hidup agar memang bisa mengetahui apakah serviks pada wanita tersebut masih sehat atau memang ada kecenderungan untuk terkena kanker ujar dokter Boyke

 

Video terpopuler

Artikel Terbaru
Tanya Dokter