15K

Bagi kebanyakan orang mungkin sudah tidak asing lagi dengan istrilah cupang. Cupang merupakan salah satu jenis ciuman yang dilakukan, namun dengan tambahan ciuman sedotan yang kuat yang akhirnya menimbulkan bekas kemerahan atau kadang kebiruan.

Sebenarnya aktivitas cupang ini seharusnya hanya dilakukan oleh mereka yang memang sudah bersuami istri. Namun ternyata di Indonesia istilah cupang malah kebanyakan diketahui oleh mereka yang masih muda.

Mereka yang muda biasanya menidentikan cupang adalah ciuman berbekas yang biasanya terdapat di leher. Namun sebenarnya cupang sendiri tidak hanya ada pada leher saja, bisa juga ada di bagian tubuh lainnya.

Cupang sendiri dalam istilah medis memang ada hanya saja metode ini lebih disebut dengan gigitan cinta. Gigitan ini bukan sembarang gigitan yang menyebabkan luka, namun gigitan yang biasanya karena efek dari kedua pasangan yang memang memiliki gairah yang sama-sama tinggi.

Nah berikut Boykepedia berhasil mengumpulkan data fakta yang berhasil kamu kutip dari berbagai sumber seperti berikut ini :

Area yang Sering Jadi Sasaran Cupang

Dokter Boyke mengatakan bahwa daerah yang sering dijadikan objek untuk cupang adalah daerah sensitif seperti leher ataupun jika pada wanita adalah daerah buah dada. Bagian-bagian ini akan tidak akan memberikan respons saat dirangsang dengan cupang, sehingga tidak akan terasa jika bagian tersebut lama kelamaan akan membekas. Berbeda halnya dengan rangsangan melalui ciuman dimana rangsangan pada bibir akan langsung merangsang pada orang tersebut.

Cupang pada bagian leher dan payudara atau bagian tubuh lain sebenarnya tidak berbahaya. Namun jika cupan dilakukan tanpa persiapan tentunya akan memunculkan rasa kaget tersendiri dan juga rasa sakit pada orang tersebut.

Cupang sendiri terjadi karena bentuk rasa gemas atau gregetan saja, namun itu juga bisa memberikan rangsangan berserta kenikmatan karena jika memang merangsang tepat pada zona erotis orang tersebut tentunya akan meningkatkan gairah bercinta.

Sama Seperti Memar

Jika dilihat memang bekas dari cupang itu akan mirip seperti sebuah memar pada kulit. Beberapa masyarakat Indonesia bahkan kadang berusaha menutupinya karena malu. Dokter Boyke menjelaskan bekas yang timbul pada saat cupang itu sebenarnya wajar. Ketika dirangsanga oleh cupang terutama jika cupangnya terlalu keras maka itu akan menimbulkan sedikit ada pendarahan kulit meskipun memang tidak terlalu seberbahaya ketika memar tersebut disebabkan oleh memar.

Dalam istilah medis, cupang disebut dengan istilah purpura yaitu sebuah istilah yang berkaitan dengan hemoragik atau pendarahan kulit apapun penyebabnya. Bekas cupang dan memar sendiri sebenarnya sama saja. Cupang tidak berbahaya seperti memar karena biasanya cupang hanya terjadai pada daerah kulit saja. Berbeda dengan memar yang terdapat jaringan yang rusak di dalam kulit sehingga bisa menimbulkan rasa sakit.

Bisa Picu Stroke

Memang kasus ini sangat jarang terjadi namun sangat mematikan. Kasus cupang yang bisa menyebabkan stroke ini terjadi pada seorang remaja 17 tahun asal Mexico bernama Julio Macias Gonzalez. Hasil autopsi dokter menyebutkan bahwa remaja tersebut meninggal karena stroke fatal yang dipicu oleh sumbatan gumpalan darah yang diduga hasil dari cupang kekasihnya. Isapan yang terlalu kuat pada cupang menimbulkan sel darah menggumpal pada tubuh Julio sehingga terbawa naik ke otak.

Hal ini juga di dukung dari penelitian tahun 2010 di New Zealand di mana seorang pasien wanita usia 44 tahun harus dilarikan ke rumah sakit lantaran tiba-tiba tangan kirinya lumpuh. Hasil dokter menyebutkan  bahwa ada memar vertikal kecil pada leher dekat arteri utama. Setelah diteliti itu merupakan bekas cupang oleh pasangan di hari sebelumnya.

Cara Hilangkan Cupang

Kadang ada beberapa orang yang malu pada bekas cupang yang timbul terutama pada bagian yang terlihat seperi leher. Nah ada cara menghilangkan cupang yang bisa dibilang cukup efektif dan bisa dicoba yaitu dengan menggunakan kompres hangat.

Caranya adalah dengan memasukan saputangan atau handuk bersih ke dalam air hangat lalu peras dan kemudian tekan lembut ke kulit yang memang ada bekas cupangnya selama beberapa menit, lalu ulangi setiap 5 menit

Cara lainnya adlaah dengan menggunakan plester hangat yang memang dijual di warung ataupun apotek. Plester hangat ini bermanfaat agar bekas cupang bisa tertutup sempurna.

Video terpopuler

Artikel Terbaru
Tanya Dokter