575

Saat seorang ibu yang berusia kurang dari 20 tahun sudah mengandung, sebenarnya mengalami kehamilan risiko tinggi, sama berbahayanya dengan kehamilan di usia lanjut, atau di atas 40 tahun. Kondisi psikologis yang masih rawan dan belum stabil, ditambah dengan kondisi biologis yang belum siap untuk menopang pertumbuhan bayi, membuat kehamilan usia muda begitu rentan terhadap bahaya.

Kehamilan usia dini, terlebih yang tidak direncanakan, perlu pengawasan khusus dari orang terdekat dan tenaga medis yang berpengalaman. Ada baiknya keluarga dan masyarakat mendukng tumbuh kembang ibu hamil dan janin dalam kandungan, alih-alih mempermasalahkan moral dan hukum. Walaupun mungkin kehamilan tersebut terjadi karena pelanggaran normal, sebaiknya yang menjadi fokus utama adalah kesehatan ibu dan keselamatan bayi.

Boykepedia sangat mengimbau masyarakat untuk peduli kesehatan ibu hamil, termasuk yang berusia muda. Bukan berarti mendukung praktik hubungan seksual dan kehamilan pada wanita usia muda, Boykepedia dalam artikel ini akan memberikan beberapa pemahaman seputar risiko kehamilan ini. Simak beberapa poin berikut ini ya, Boykepers!


Keguguran

Walaupun tidak semua kehamilan di usia muda dapat menyebabkan keguguran, kemungkinan ini akan meningkat tiga kali lipat dibanding kehamilan pada ibu berusia di atas 20 tahun. Tubuh wanita memang sudah mulai dipersiapkan untuk kehadiran bayi semenjak menstruasi pertama. Namun begitu, kondisinya masih belum benar-benar sempurna dan dapat menjaga bayi dengan maksimal selama kehamilan. Kondisi psikologis ibu pun belum sempurna kedewasaannya. Ditambah ketakutan dan kekhawatiran yang dirasakan karena tekanan sosial. Hal ini amat mengganggu kondisi psikologis ibu hamil.


Prematur, Berat Badan Lahir Kurang , dan Kelainan Bawaan

Kehamilan usia dini kebanyakan terjadi tanpa perencanaan yang matang dan banyak di antaranya merupakan kehamilan tak diinginkan, entah itu akibat hubungan di luar nikah atau perkosaan. Karena itu, ibu hamil tidak dalam kondisi yang siap untuk menerima bayi dan dirinya sendiri. Kurangnya pengetahuan soal kehamilan dan minimnya pendewasaan diri menyebabkan ibu kurang bijak menghadapi kehamilan. Karena tidak begitu perhatian dengan kesehatan dan pola hidup yang baik, banyak permasalahan yang akan terjadi, seperti misalnya premature, berat badan bayi kurang saat lahir (kurang dari 2500 gram) dan kelainan bawaan.


Kematian Ibu Tinggi

Risiko kematian ibu setelah melahirkan juga tinggi pada kehamilan usia dini. Kondisi biologis yang belum siap, mulai dari berat dan tinggi badan, perkembangan pinggul dan fisik tubuh, serta kesiapan mental menyebabkan organ-organ reproduksi berjalan tidak maksimal. Pendarahan, anemia, mood tidak stabil, tekanan darah tinggi, hingga preelkamsia, rentan terjadi saat kehamilan usia dini. Permasalahan tersebut memicu kematian ibu saat melahirkan meningkat.


Memang tidak semua kehamilan usia dini menyeramkan dan amat berbahaya. Ada beberapa kasus yang aman baik kesehatan ibu maupun anak. Hanya saja, risiko terjadinya amat tinggi, terlebih kehamilan di bawah usia 15 tahun. Kondisi psikologis pun menjadi pertimbangan yang cukup serius mengenai hal ini. Ibu muda perlu sekali pendampingan dan motivasi dari orang-orang terdekatnya, seperti keluarga dan suami. Ada baiknya penyuluhan diadakan untuk memberikan edukasi yang mumpuni untuk remaja dan calon orang tua.

Video terpopuler

Artikel Terbaru
Tanya Dokter