761

Salah satu hal yang harus diperhatikan oleh pasangan suami istri, saat segera menginginkan pasangan adalah kesuburan bibit. Masih banyak pasangan yang mengira tingkat kesuburan, khususnya pria, berkenaan dengan performa di ranjang, yakni besar kecilnya penis, lamanya ereksi dan ejakulasi, serta kepuasan seksual. Padahal, tingkat kesuburan lebih berhubungan erat dengan kualitas sperma yang dihasilkan. Sperma yang sehat memiliki jumlah yang cukup agar kemungkinan pembuahan semakin tinggi. Berapakah jumlah sperma yang cukup?

Sekali ejakulasi, cairan sperma keluar sebanyak 2 sampai 6 mililiter (ml). Jika per millimeter ada 20 juta ekor spermatozoa, maka sekali ejakulasi pria normalnya akan menghasilkan 40-120 juta sel sperma agar tingkat pembuahan cukup tinggi.

Selain jumlah yang memadai, faktor lain yang mempengaruhi kesuburan pria adalah pergerakan sperma. Secara umum, gerak sperma dibagi menjadi empat, yakni gerak lurus cepat, gerak lurus lambat, gerak di tempat, dan, tidak bergerak. Yang dibutuhkan agar terjadi pembuahan adalah sperma dengan pergerakan maju (gerak lurus cepat dan gerak lurus lambat). Jumlah sperma yang bergerak maju yang dibutuhkan untuk pembuahan minimal 50 persen dari keseluruhan sperma yang keluar.

Sperma juga harus memiliki bentuk yang sempurna, minimal 30 persen agar pembuahan terjadi. Jika bentuk sperma tidak normal, ia tidak bisa masuk ke rahim wanita untuk melakukan pembuahan. Sperma yang bisa masuk ke dalam rahim wanita adalah yang bentuknya normal dan memiliki gerak bagus.

Sisanya, yang bentuknya tidak normal dan tidak punya gerak bagus, akan keluar lagi bersama semen. Biasanya, usai berhubungan intim, keluar cairan dari vagina. Nah, yang keluar ini adalah sperma yang bentuknya tidak normal dan geraknya tidak bagus, serta semen. Semen memang tidak diperuntukkan masuk ke rahim wanita. Cairan ini hanya menghantarkan, lalu keluar lagi setelah sperma masuk rahim.

Agar kulitas sperma terjaga, pria harus menjaga gaya hidup sehat. Gaya hidup yang sehat antara lain istirahat cukup dalam sehari, lebih kurang 7 jam, olahraga secara teratur, seminggu 3 kali dengan spasi satu hari, dan makan makanan yang bergizi seimbang. Gaya hidup buruk yang harus dihindari misalnya merokok atau konsumsi alkohol.

Selain gaya hidup sehat, yang juga harus dipahami dan diperhatikan adalah pentingnya menjaga suhu testis. Suhu dalam testis harus dijaga supaya tidak terlalu panas atau terlalu dingin dari yang seharusnya. Suhu testis dapat dijaga dengan cara tidak memakai celana yang terlalu ketat dan berlapis-lapis, tidak duduk terlalu lama, dan mengurangi jumlah mandi air panas.

Walaupun sudah melakukan itu semua, ada baiknya tetap memeriksakan diri ke dokter untuk mengukur kesuburan dan menilai performa sperma.

Video terpopuler

Artikel Terbaru
Tanya Dokter