1K

Pelecehan seksual bukan hanya tentang tindakan perkosaan, atau kekerasan pada alat kelamin. Sebenarnya hampir semua orang pernah mengalami pelecehan seksual dalam hidupnya, dengan atau tanpa disadarinya. Bahkan, mungkin orang-orang tidak menyadari bahwa dirinya adalah pelaku kejahatan seksual. Banyak perbuatan yang sudah dapat dikategorikan sebagai pelecehan seksual namun dianggap biasa, seperti misalnya catcalling atau menggoda orang tak dikenal dengan celetukan, teriakan, atau siulan. Sudah menjadi hal yang biasa, bukan berarti hal tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja, Boykepers!

Dalam artikel kali ini, Boykepedia akan menuturkan beberapa pelecehan seksual sesuai dengan tingkatannya, mulai dari yang paling ringan hingga yang paling berat.


Pandangan

Walaupun hanya dengan pandangan, seseorang dapat melakukan pelecehan terhadap orang lain. Kita berhak untuk menghindar bahkan menghardik jika ada seseorang yang dengan sengaja memandang ke arah kita dengan pandangan tertentu yang membuat kita merasa tidak nyaman. Memakai pakaian yang tertutup bisa menjadi salah satu cara untuk menghindarinya. Namun, sudah memakai pakaian tertutup tidak selamanya menjamin tidak akan terkena pelecehan. Ada baiknya kita sebagai sesama manusia saling menghargai tubuh dan privasi orang lain.


Ucapan

Banyak perempuan yang merasa tidak nyaman jalan sendirian karena sering terkena catcalling ketika melewati sekumpulan orang-orang tak dikenal, biasanya pria. Walaupun tidak berpakaian dan bersikap menonjol terkadang catcalling sulit untuk dihindarkan. Untuk para wanita, kalian boleh kok memberikan gerakan perlawanan, seperti misalnya berteriak atau memandang sinis. Namun jika takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, lebih baik segera menghindar. Bagi orang-orang yang pernah melakukan hal ini, ada baiknya menghentikan kebiasaan ini karena merugikan orang lain. Masih banyak kegiatan lain yang lebih bermanfaat yang bisa dilakukan bersama-sama daripada bersiul-siul saat ada wanita lewat.


Kontak Fisik

Lebih berat dari ucapan, kontak fisik memberikan trauma yang lebih mendalam kepada korban. Kontak fisik yang dimaksud bisa berupa menyentuh bagian-bagian intim seperti dada dan kemaluan, atau menggesek-gesekkan badan secara sensual. Untuk menghindari pelecehan ini, ada baiknya sedari kecil anak sudah dikenalkan bagian-bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh dipegang oleh orang lain. Anak diajarkan untuk menghormati tubuh orang lain, tidak menyentuh atau melakukan kontak fisik tanpa izin, dan tidak meremehkan bentuk fisik orang lain. Jika mengalami pelecehan ini, lebih baik segera melaporkan pelaku kepada pihak yang berwajib.


Pemaksaan

Tidak selamanya pelecehan seksual dilakukan oleh orang yang tak dikenal. Banyak kasus pelecehan dilakukan oleh orang terdekat, seperti anggota keluarga atau pasangan. Ya, pemaksaan seksual sangat tidak dibenarkan walaupun kepada pasangan resmi. Hubungan atau kontak seksual harus berlandaskan kerelaan kedua belah pihak. Jika salah satu merasa terpaksa, hubungan tersebut bisa dianggap sebagai pelecehan seksual. Mencium atau memeluk anak kecil secara paksa, juga bisa dikategorikan sebagai pelecehan dan menimbulkan trauma tersendiri bagi korban yang merasa terintimidasi.


Kekerasan

Jika kontak seksual dibumbui dengan kekerasan, hal itu jelas termasuk dalam pelecehan seksual. Bukan berarti jika hubungan tersebut berlandaskan suka sama suka, seseorang bebas melakukan kekerasan terhadap pasangannya.


Pelecehan seksual adalah salah dari pelakunya, bukan korbannya. Berhentilah untuk menyalahkan korban atas tindakan pelecehan seksual yang dialaminya. Tidak ada orang yang menyerahkan dirinya untuk dilecehkan. Yang ada adalah pelaku pelecehan yang tidak dapat mengendalikan nafsu birahinya. Yuk sama-sama belajar agar terhindar dari pelecehan seksual dan mencoba untuk menghargai orang lain agar tidak melakukan pelecehan seksual.


Video terpopuler

Artikel Terbaru
Tanya Dokter