564


Hampir semua laki-laki dan sebagian besar perempuan pernah melakukan masturbasi dalam hidupnya, paling tidak satu kali. Banyak pertanyaan yang diterima dr. Boyke mengenai kegiatan seksual ini. Sebenarnya ada tidak ya dampak signifikan yang akan terjadi karena masturbasi? Dalam artikel ini, Boykepedia sudah merangkum beberapa hal yang bisa kamu jadikan rujukan tentang masturbasi.


Masturbasi secara Medis

Masturbasi adalah menyentuh, menggosok, dan meraba bagian tubuh sendiri yang peka, sehingga menimbulkan rasa menyenangkan untuk mendapat kepuasan seksual (orgasme), baik tanpa menggunakan alat maupun menggunakan alat.

Secara medis, masturbasi atau onani tidak akan mengganggu kesehatan. Orang yang melakukannya tidak akan mengalami kerusakan pada otak atau bagian tubuh lainnya. Masturbasi juga tidak menimbulkan risiko fisik, seperti mandul, impotensi, dan cacat asal dilakukan secara aman, steril, tidak menimbulkan luka dan infeksi. Risiko fisik biasanya berupa kelelahan. Pengaruh masturbasi biasanya bersifat psikologis, seperti rasa bersalah, berdosa, dan rendah diri karena melakukan hal-hal yang tidak disetujui agama dan nilai-nilai budaya, sehingga jika sering dilakukan akan menyebabkan terganggunya kosentrasi pada seseorang.


Manfaat Masturbasi bagi Perempuan

Di samping pro dan kontra yang ada dalam masyarakat menyikapi masturbasi, ternyata ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan setelah melakukannya. Wanita memang lebih jarang melakukan masturbasi dibanding laki-laki. Namun ternyata masturbasi memiliki beberapa manfaat untuk wanita lho, Boykepers! Salah satunya adalah wanita yang bermasturbasi secara rutin dapat mempelajari apa yang menyenangkan untuk mereka. Hal itu dapat membantu kepercayaan diri secara seksual, dan membantu membimbing pasanganmu.

Wanita yang menggunakan vibrator selama masturbasi cenderung memiliki fungsi seksual yang lebih baik bersama pasangan. Mereka mendapatkan fungsi seksual yang lebih baik dalam hal pelumasan vagina, hasrat, bangkitnya gairah, dan kemudahan orgasme, dan mereka cenderung tidak mengalami sakit atau ketidaknyamanan yang didapat saat intercourse.

Selain itu, kebiasaan bermasturbasi dilaporkan dapat membantu mengurangi kram perut saat menstruasi, dan memperbaiki gejala PMS lain, seperti rasa mudah marah atau mudah tersinggung. Masturbasi yang berlanjut hingga orgasme bahkan dapat membantu mengurangi migrain.


Masturbasi yang Aman

Walaupun masturbasi tidak memberikan dampak negatif terhadap kondisi biologis, ada baiknya perlu memperhatikan beberapa hal saat melakukannya. Yang pertama adalah memperhatikan kebersihan tangan maupun alat yang digunakan. Pastikan alat tersebut steril dan tidak mengandung bakteri membahayakan. Jika dibutuhkan, harus memakai pelumas yang cukup agar proses tidak menyakitkan dan melukai alat tubuh. Yang terakhir adalah melakukannya dalam batas wajar. Terlalu sering dan terlalu kasar saat melakukannya akan melukai tubuh dan menyebabkan disfungsi seksual.

Hentikan bermasturbasi saat terjadi hal yang yang merugikan, baik secara fisik maupun psikis. Secara fisik misalnya lecet atau luka memar dan menurunnya gairah berhubungan seks dengan pasangan. Sedangkan secara psikis, mungkin kamu akan mengalami perasaan bersalah, takut dosa, dan merasa mengkhianati pasangan, serta hal lainnya. Jika hal tersebut mengganggu pikiranmu dan aktivitas sehari-harimu, lebih baik hentikan kebiasaan masturbasi.


Video terpopuler

Artikel Terbaru
Tanya Dokter