972

Mempertahankan cinta konon jauh lebih sulit daripada jatuh cinta dan menyatakannya. Sering kali kita bertanya-tanya apa sih resepnya tetap rukun dengan pasangan hingga lanjut usia dan kematian memisahkan. Apakah mereka tidak pernah memiliki masalah? Padahal manusia adalah makhluk yang selalu berubah. Perubahan tersebut tentu saja akan berdampak terhadap hubungan. Maka sudah semestinya dua orang yang bersatu pasti akan mengalami gejolak-gejolak atau pertengkaran. Jika frekuensinya masih dalam batas wajar, bertengkar dengan pasangan bisa menjadi hal yang wajar dan justru sehat lho, Boykepers! Karena, setelah bertengkar kita akan lebih menikmati indahnya kebersamaan ketika sudah baikan.

Sebuah pasangan gagal menjalin hubungan disebabkan oleh beberapa faktor, seperti misalnya ekonomi, anak, penyakit, dan lain-lain. Namun, sebenarnya tidak sedikit juga pasangan yang memutuskan untuk berpisah karena hal-hal sepele. Nah, dalam artikel ini Boykepedia akan menjelaskan beberapa kebiasaan sepele yang selama ini kita anggap wajar, namun jika terjadi terus-menerus akan membahayakan hubungan! Wah, apa saja ya itu? Simak daftarnya berikut ini!

 

1. Puas dengan Rutinitas

Pasangan baru mungkin belum mengalami jenuhnya sebuah hubungan karena banyak hal belum pernah mereka lalui bersama. Masih banyak ruang untuk mencoba hal-hal baru yang menyimpan kejutan-kejutan. Namun, bagi pasangan yang sudah lama bersama, rasanya mereka hanya menjalankan rutinitas. Tidak ada hal baru dalam hubungan dan hidup berjalan cenderung stagnan. Puas dengan rutinitas sehari-hari inilah yang sebenarnya membahayakan hubungan! Lama kelamaan salah satu atau keduanya akan merasa bosan.

Comfort zone adalah zona yang mematikan, bukan hanya untuk individu melainkan juga pasangan. Pasangan yang sehat harus selalu bergerak, bukan hanya menemukan hal baru dalam hubungan, namun juga saling mendukung pasangan untuk terus maju.


2. Memata-Matai

Wajar sih jika kita selalu ingin tahu apa yang sedang dilakukan pasangan saat jauh dari kita. Namun hal tersebut tidak lantas membuat kita bebas untuk memata-matainya ke mana pun dia berada. Walaupun kamu memang berpasangan dengannya, bukan berarti kamu dan pasangan tidak memiliki kehidupan pribadi. Menghormati privasi pasangan itu amat penting untuk menjaga keseimbangan kepercayaan. Justru, jika terlalu banyak memata-matainya bisa dipertanyakan apakah masih ada kepercayaan di antara kita.


3. Terlalu Banyak Menuntut

Hubungan yang sehat adalah take and give, namun lebih baik lagi kalau give and give. Sejak awal menjalin hubungan, seharusnya sudah disepakati bersama apakah harapan masing-masing terhadap pasangan. Sehingga ketika hubungan telah berjalan, masing-masing memiliki target tersendiri, tidak perlu ada tuntutan yang memberatkan. Jika kamu menuntut pasanganmu untuk lebih kaya, lebih cantik, lebih pengertian, dan lain sebagainya, sebaiknya kamu perlu mengevaluasi kembali apakah yang membuatmu memilihnya sebagai pasangan di awal. Beruntung jika pasangan selalu menuruti tuntutan. Namun kebanyakan seseorang akan lelah jika dihadapkan dengan tuntutan yang semakin tinggi.


4. Tidak Pernah atau Selalu Bersama

Sebagai pasangan, tidak harus selalu berpasangan di mana pun dan kapan pun. Sebuah hubungan akan lebih asyik jika masih ada rindu dan penasaran ingin bertemu. Jika selalu bersama, tidak ada ruang untuk bertukar pikiran bercerita. Sebaliknya, jika tidak pernah bersama karena kesibukan masing-masing, misalnya, menjadi tak ada ruang untuk bercerita dan mengenal kembali. Lama kelamaan akan saling melupakan dan hubungan jadi hambar.


5. Takut Bertengkar

Bertengkar memang bukan hal yang baik namun ternyata punya manfaat tertentu lho, Boykepers! Dalam kadar yang tepat, perbedaan pendapat dan bertengkar adalah momen dua pasangan mengevaluasi diri sendiri dan hubungan. Setelah bertengkar, biasanya pasangan akan menjadi lebih romantis dan saling mencintai lebih dari sebelumnya! So, jangan takut untuk bertengkar hanya karena takut kehilangan dia.

Video terpopuler

Artikel Terbaru
Tanya Dokter